Selasa, 19 Maret 2019

BAMBU SEBAGAI PENAHAN BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI




BAMBU SEBAGAI PENAHAN BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI
Bambang Winarto *)

Banjir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum pada Selasa (20/3/2018) sore membuat geger warga Bandung. Luapan air dari Sungai Cicabe dan Cipamokolan yang bercampur lumpur tumpah ke jalan hingga mengakibatkan jalur arteri sempat terputus. Sebanyak 17 mobil dan sejumlah kendaraan roda dua dilaporkan rusak parah akibat terseret arus banjir. Banjir bandang di Garut, Jawa Barat (23/9/2017) mengakibatkan 27 orang tewas, 22 orang hilang, dan korban luka 32 orang. Selain itu, 433 orang terpaksa mengungsi dan ratusan rumah rusak berat. Banjir Jalan Pasteur yang menjadi landmark Kota Bandung 24/10/2016, membuat warga Bandung heran. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil-pernah berkata bahwa Bandung aman dari serbuan banjir. Tapi apa nyatanya? Ironis bukan?
Ketiga kejadian di atas hanya sekedar contoh, Bandung atau daerah lain yang dikira aman dari banjir ternyata terkena banjir juga. Jika musim puncak penghujan banjir terjadi di manan-mana.
Bagi rimbawan penyebabnya sangat jelas, pada bagian hulunya pasti terjadi alih fungsi hutan atau hutannya telah mengalami kerusakan. Pembangunan pemukiman, industri, pertanian tanpa konservasi, merupakan penyebab utamanya. Hutan sebagai penjaga bencana banjir dikorbankan untuk kepentingan atas nama pembangunan. Dapat dipastikan bahwa hutan yang berada di DAS kurang dari 30%. Akibatnya ya..., banjir bandang. Apabila hutan yang berada dalam DAS minimal mencapai 30% dengan sebaran yang proporsional, maka dijamin DAS akan berfungsi secara optimal, banjir dan tanah longsor tidak akan terjadi. (UU 41/1999 Tentang Kehutanan). 
KONDISI DAS
Menurut Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo, kerusakan DAS di Indonesia sangat luar biasa. Dari 450 DAS di Indonesia, kini 118 DAS dalam kondisi kritis. Banjir dan longsor yang terjadi selama ini tidak lepas dari imbas kerusakan DAS. Kerusakan bisa ditimbulkan oleh makin banyaknya perumahan, pertanian dan perkebunan. Menurut Sutopo, 30 tahun lalu, hanya 22 DAS di Indonesia yang kondisinya kritis dan super kritis. Pada tahun 1992 , jumlah DAS yang rusak meningkat menjadi 29 DAS. Dua tahun kemudian jumlahnya menjadi 39 DAS, lalu pada 1998 menjadi 42 DAS, 2000 menjadi 58 DAS, tahun 2002 menjadi 60 DAS, dan tahun 2007 sekitar 80 DAS yang rusak super kritis dan kritis.
Benang merah yang dapat ditarik adalah masalah kerusakan lingkungan (banjir dan tanah longsor) pada DAS akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Padahal pemerintah telah melakukan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan sejak tahun 2003. Hasilnya, tidak menggembirakan, laju kerusakan hutan dan lahan lebih cepat dibandingkan dengan laju keberhasilan tanaman.
Kini,  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggunakan langkah Kemitraan Lingkungan untuk memulihkan kondisi DAS yang rusak hingga lahan kritis di Indonesia. Ada dua klasifikasi DAS, yakni yang rusak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, harus dipulihkan daya dukungnya, dan  DAS yang masih berfungsi sebagaimana mestinya dan harus dipertahankan daya dukungnya.
Terdapat 15 DAS prioritas yakni DAS yang berdasarkan kondisi lahan, hidrologi, sosek, investasi dan kebijaksanaan pembangunan wilayah tersebut perlu diberikan prioritas dalam penanganannya. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, telah dicantumkan DAS prioritas adalah : Citarum, Ciliwung, Cisadane, Serayu, Solo, Brantas, Asahan Toba, Siak, Musi, Way Sekampung, Way Seputih, Moyo, Kapuas, Jeneberang dan Saddang. Program pemulihan DAS sebagian besar akan dilakukan di daerah hulu dengan melakukan penanaman lahan kritis, membangun bendungan, bangunan konservasi air, normalisasi sungai dan sodetan.
Namun dari program yang disampaikan,  KLHK tidak menyinggung sama sekali bagaimana upaya meminimalisir dampak negatif dari adanya banjir apalagi banjir bandang yang terjadi hampir setiap musim penghujan.
BAGAIMANA MENGATASINYA?
Para rimbawan menyakini bahwa hutan mempunyai peranan penting dalam mengkonservasi DAS, karena  hutan mempunyai sifat: 1).Meredam tingginya debit sungai pada musim hujan, dan memelihara kestabilan aliran air sungai pada musim kemarau; 2). Mempunyai serasah yang tebal sehingga memudahkan air meresap ke dalam tanah dan mengalirkannya secara perlahan ke sungai. Lapisan serasahnya juga melindungi permukaan tanah dari gerusan aliran permukaan sehingga erosi pada tanah hutan sangat rendah; 3). Mempunyai banyak pori makro dan pipa di dalam tanah yang memungkinkan pergerakan air secara cepat ke dalam tanah.
Dengan demikian sudah sangat wajar apabila para rimbawan selalu bicara hutan dalam pengelolaan DAS. Memang begitulah seharusnya.
Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan semakin berkurangnya kawasan hutan, maka upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam rehabilitasi lahan adalah melakukan penanaman pohon pada lahan kritis milik masyarakat. Hasilnya berupa KEBUN POHON bukan HUTAN. Dari sisi konservasi air, KEBUN POHON tentu TIDAK SEBAIK HUTAN. Dari berbagai data diketahui bahwa penyebab utama terjadinya banjir dan tanah lonsor adalah hutan yang berada di bagian hulu telah mengalami kerusakan atau berkurang persentasenya.
Dengan memperhatikan kondisi hutan yang ada pada DAS, pertambahan penduduk dan dampak tingkat keberhasilan kegiatan rehabilitasi lahan yang tidak begitu significant terhadap pencegahan  banjir, maka  perlu pendekatan baru untuk mengurangi dampak negatif dari banjir.
KAKISU
Untuk itu, KLHK perlu membuat terobosan dalam melakukan kegiatan rehabilitasi lahan. Program rehabilitasi lahan yang dilakukan sekarang tetap berjalan sebagaimana biasanya namun perlu sentuhan kecil menurut kacamata ORANG AWAM pada KAKISU.
Pengertian ORANG AWAM tentang DAS tentu berbeda dengan para rimbawan. Orang awam memandang DAS adalah sungai dengan daerah sekitar sungai atau  KANAN dan KIRI SUNGAI (KAKISU) atau BANTARAN sungai yang berjarak 5-15  meter. DAS adalah SUNGAI dan SEMPADAN SUNGAI, yakni : GARIS MAYA di kiri dan kanan palung sungai yang ditetapkan sebagai batas perlindungan sungai dan berfungsi sebagai ruang penyangga antara ekosistem sungai dan daratan, agar fungsi sungai dan kegiatan manusia tidak saling terganggu. GARIS MAYA ini seharusnya diwujudkan dalam bentuk nyata berupa  tanaman, sehingga masyarakat langsung mengetahui bahwa adanya sempadan sungai. Garis sempadan pada sungai bermacam-macam, bergantung pada kedalaman sungai dan ada tidaknya tanggul pada sungai. Sungai dengan kedalaman antara 1-3 meter, maka  garis sempadan paling sedikit 10 m, bila kedalaman 3-20 meter, maka sempadan sungai 15 meter. (PP 38/2011 tentang Sungai).
Dengan adanya garis sempadan sungai juga dimaksudkan bahwa kanan dan kiri sungai adalah milik negara dan tidak diperbolehkan adanya pemberian izin untuk kegiatan apapun : pendirian rumah, ruko dsb. Ironisnya, justru pada lahan tersebut banyak dihuni oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan. Lantas program apa yang ditawarkan Kementerian LHK pada KAKISU CITARUM? Jawabannya adalah PENANAMAN BAMBU. Mengapa?
Bambu sangat cocok untuk kegiatan rehabilitasi pada KAKISU karena tanaman bambu hidupnya bergerombol bukan soliter. Jika memperhatikan perakaran bambu, segera dapat diketahui bahwa perakaran bambu membentuk semacam anyaman, saling berhubungan satu sama lain. Bambu berperan dalam mencegah erosi karena perakarannya memperkuat ikatan partikel dan menahan pengikisan tanah. Bambu juga berfungsi sebagai penjernih air. Hal ini dapat dilihat pada daerah bantaran sungai yang banyak bambunya, air sungai terlihat jernih. Selain itu, pada daerah dibawah hutan bambu juga banyak dijumpai sumber mata air. Tanaman bambu akan meningkatkan volume air bawah tanah, karena memiliki akar rimpang yang sangat kuat. Struktur akar ini menjadikan bambu dapat mengikat tanah dan air dengan baik. Dibandingkan dengan pepohonan yang hanya menyerap air hujan 35-40% air hujan, bambu dapat menyerap air hujan hingga 90 %. Oleh karena itu bambu dapat mencegah erosi dan tanah longsor.
Pertumbuhan bambu lebih cepat dibanding dengan pohon kayu. Rata-rata pertumbuhan bambu untuk mencapai usia dewasa dibutuhkan waktu 3-6 tahun, sedangkan pohon paling tidak di atas 15 tahun. Bambu yang telah ditebang akan segera muncul tunas baru, sehingga tidak perlu dikhawatirkan bambu akan mengalami kepunahan karena ditebang. Bandingkan dengan pohon, setelah ditebang perlu penanaman dengan bibit yang baru.
Bambu dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, mulai dari tanah berat sampai ringan, tanah kering sampai becek, dan dari tanah subur sampai kurang subur. Juga dari tanah pegunungan yang berbukit terjal sampai tanah yang landai. Tanaman bambu bisa dijumpai mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 0 sampai 2.000 m dpl. Curah hujan yang dibutuhkan untuk tanaman bambu minimum 1.020 mm per tahun.
Penanaman bambu di bantaran Sungai Ciliwung tepatnya di Cibinong dan bantaran Sungai Pesangrahan dari hulu sampai hilir (Jakarta), kiranya dapat dijadikan contoh. Sejumlah 3000 tanaman bambu yang terdiri dari lima jenis tanaman bambu  : bambu Tali (Gigantochloa hasskarliana), bambu Gombong, bambu Bitung (Dendrocalamus asper), bambu hitam (Gigantochloa atroviolacea) dan bambu haur koneng.
Di Indonesia terdapat lebih kurang 125 jenis bambu. Kesemua jenis bambu tersebut sebaiknya di tanam pada KAKISU. Konsultasi dan koordinasi dengan lembaga penelitian  atau peneliti bambu sangat diperlukan, apakah dari LIPI,  Perguruan Tinggi, Litbang Pertanian/Kehutanan, praktisi  dan para pihak lainnya untuk merancang program penanaman bambu pada KAKISU secara keseluruhan  dalam upaya mendukung REVITALISASI DAS.
Jika penaman bambu sepanjang KAKISU berhasil, maka inilah manfaat yang diperolehnya :
1.        Apabila terjadi banjir, maka lumpur, sampah dan limbah rumah tangga tidak akan keluar dari sungai. Masyarakat akan terhindari dari dampak yang lebih membahayakan (rumah roboh karena terjangan batang kayu, sampah masuk rumah, dsb).
2.        Merupakan “museum hidup tanaman bambu”, karena semua jenis tanaman bambu yang ada di Indonesia ada di KAKISU pada DAS.
3.        Tempat pendidikan bagi pelajar, mahasiswa atau masyarakat tentang tanaman bambu.
4.        Dapat dijadikan matapencaharian bagi masyarakat sekitarnya untuk mengembangkan kerajinan dari bambu.
5.        Muncul mata air di bantaran sungai.
PENUTUP
Keberhasilan REVITALISASI DAS terutama akan ditentukan oleh KLHK. Program rehabilitasi lahan dengan pendekatan DAS tetap dilaksanakan sebagaimana yang telah berjalan selama ini dengan tambahan KAKISU di tanam bambu. Jika program ini berhasil, maka tidak lebih dari 5 tahun, semua sungai pada DAS PRIORITAS akan mempunyai “SABUK BAMBU” yang dapat mencegah atau mengurangi dampak negatif  bahaya banjir . Semoga masukan kecil ini dapat memberikan inspirasi bagi KLHK.
====================

Bambang Winarto *) : Konsultan paruh waktu Yayasan Sarana Wana Jaya, Pensiunan Kehutanan, Mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gorontalo, Penyusun Kamus Rimbawan dan Kamus Konservasi.





CERITA INSPIRATIF : LIFE IS SHORT




CERITA INSPIRATIF : LIFE IS SHORT
Seorang wanita muda tengah duduk santai di dalam bis yang melaju ke tengah kota.  DI satu pemberhentian bis, seorang wanita tua yang cerewet dan berisik naik ke dalam bis dan duduk di samping wanita muda tadi.  Tas-tas bawaannya yang berat dia tumpuk begitu saja di atas kursi, membuat wanita muda itu harus menggeser duduknya sambil setengah terjepit di antara tas-tas berat dan jendela bis.
Seorang pemuda yang duduk di bangku sebelah melihat kejadian itu dengan kesal, dan bertanya kepada wanita muda itu, "Kenapa kamu tidak bicara saja, katakan pada wanita tua itu bahwa kamu jadi terganggu..."
Wanita muda itu menjawab sambil tersenyum:
"Aku rasa tidak perlu bersikap kasar dan beradu argumentasi untuk sesuatu yang sepele seperti ini, perjalan bersama kita ini terlalu singkat.  Saya juga akan turun di perhentian bis berikutnya di depan nanti"
Jawaban wanita muda tadi sangat pantas untuk ditulis dengan huruf emas:
"Kita tidak perlu berdebat untuk sesuatu yang sepele.  Perjalanan kita bersama amat singkat."
Alangkah indahnya kalau masing-masing kita bisa menyadari bahwa perjalanan hidup kita di dunia ini  sangat singkat; sehingga kita tidak akan membuang waktu untuk membuat perjalanan hidup kita jadi suram dengan macam-macam perdebatan, atau dengan adu argumentasi yang sengit dan tajam. 
Kalau kita tahu bahwa perjalan hidup ini begitu singkat, maka kita tidak akan mau membuang tenaga dengan terus mengeluh, merasa tidak puas, bersikap mencari-cari kesalahan...karena semua hanya membuang waktu kita di perjalanan yang singkat ini.
Apakah seseorang sudah melukai bahkan menghancurkan hatimu?  Tetaplah tenang, perjalanan hidupmu terlalu singkat.
Apakah seseorang sudah menghianati kamu, mengejek-ejek  kamu, menipu atau bahkan menghina kamu?  Tetaplah tenang, maafkan mereka, karena perjalanan hidup kita sangat singkat.
Apapun masalah yang dibuat oleh orang lain kepada kita, mari kita selalu ingat bahwa perjalanan hidup kita sangat singkat.
Tidak seorang pun yang tahu kapan perjalanan hidupnya akan berakhir.  Tidak ada orang yang tahu kapan dia akan tiba di perhentian bis yang berikutnya.  Perjalanan hidup kita bersama sangat singkat.
Saudara-saudara ku, mari kita saling memberikan kebahagiaan kepada keluarga dan teman-teman kita. Mari kita saling menaruh hormat, saling berbuat baik dan saling memaafkan satu dengan yang lain.  Mari kita isi hidup ini dengan rasa syukur dan bersukacita selalu.
Kalau saya pernah menyakiti hati kamu, saya mohon dimaafkan.  Bila kamu pernah menyakiti hatiku, saya sudah memaafkan kamu.
Karena... perjalanan hidup kita sangat singkat.
"Life is short, and it is up to you to make it sweet."
-  Sarah Louise Delany
May your journey be sweet !
----------------  &&&&&  ---------------

Senin, 18 Maret 2019

CERITA INSPIRATIF : GURU TERBAIK




CERITA INSPIRATIF : GURU TERBAIK

Di suatu madrasah ibtidaiyah, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan  sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.
Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak, salah satu murid di kelasnya, selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.
Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.
Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis: “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”
“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjuntukan melihat catatan berikutnya raport anak ini.
Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”
Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”
Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan.”
Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”
Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak:
“Bu guru kerja sampai sore di sekolah, bagaimana kalau kamu juga belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”
Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.
Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh, prepare dan review dia lakukan di bangkunya di kelasnya.
Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.
Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.
Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”
Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5 MI. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjuntukan sekolah ke kedokteran.”
Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”
Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5 MI.”
Setahun kemudian, yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris, “Mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”
Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia
----------------  &&&&&  ---------------

CERITA INSPIRATIF : NEGARA ISLAMI




CERITA INSPIRATIF : NEGARA ISLAMI
SYAIKH Muhamad Abduh, ulama besar dari Mesir pernah geram terhadap dunia Barat yang mengganggap Islam  kuno dan terbelakang.
Kepada Renan, filosof Prancis, Abduh dengan lantang menjelaskan bahwa agama Islam  itu hebat, cinta ilmu, mendukung kemajuan dan lain sebagainya. Dengan ringan Renan, yang juga pengamat dunia Timur itu mengatakan : “ Saya tahu persis kehebatan semua nilai Islam  dalam Al-Quran. Tapi tolong tunjukkan satu komunitas Muslim di dunia yang bisa menggambarkan kehebatan ajaran Islam ”.
Dan Abduh pun terdiam. Satu abad kemudian beberapa peneliti dari George Washington University ingin membuktikan tantangan Renan.
Mereka menyusun lebih dari seratus nilai-nilai luhur Islam , seperti kejujuran (shiddiq), amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, toleransi, dan sederet ajaran Al-Quran serta akhlaq Rasulullah s.a.w.
Berbekal sederet indikator yang mereka sebut sebagai “Islam icity index” mereka datang ke lebih dari 200 negara untuk mengukur seberapa Islam i negara-negara tersebut.
Hasilnya ? Selandia Baru dinobatkan sebagai negara paling Islam i. Indonesia ? Harus puas di urutan ke 140.
Nasibnya tak jauh dengan negara-negara Islam  lainnya yang kebanyakan bertengger di “ranking” 100-200.
Apa itu Islam  ? Bagaimana sebuah negara atau seseorang dikategorikan Islam i ?
Kebanyakan ayat dan hadits menjelaskan Islam  dengan menunjukkan indikasi-indikasinya, bukan definisi.
Misalnya hadits yang menjelaskan bahwa :
“Seorang Muslim adalah orang yang disekitarnya selamat dari tangan dan lisannya”.
Itu indikator.
Atau hadits yang berbunyi :
"Keutamaan Islam  seseorang adalah yang meninggalkan yang tak bermanfaat”.
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormati tetangga ... hormati tamu."
"Bicara yang baik atau diam”.
Jika kita koleksi sejumlah hadits yang menjelaskan tentang Islam  dan iman, maka kita akan menemukan ratusan indikator keIslam an seseorang yang bisa juga diterapkan pada sebuah kota bahkan negara.
Dengan indikator-indikator diatas tak heran ketika Muhamad Abduh melawat ke Prancis akhirnya dia berkomentar :
“Saya tidak melihat Muslim disini, tapi merasakan (nilai-nilai) Islam , sebaliknya di Mesir saya melihat begitu banyak Muslim, tapi hampir tak melihat Islam ”.
Pengalaman serupa dirasakan Professor Afif Muhammad ketika berkesempatan ke Kanada yang merupakan negara paling Islam i no 5.
Beliau heran melihat penduduk disana yang tak pernah mengunci pintu rumahnya. Saat salah seorang penduduk ditanya tentang hal ini, mereka malah balik bertanya : “mengapa harus dikunci ?”
Di kesempatan lain, masih di Kanada, seorang pimpinan ormas Islam  besar pernah ketinggalan kamera di halte bis. Setelah beberapa jam kembali ke tempat itu, kamera masih tersimpan dengan posisi yang tak berubah.
Sungguh ironis jika kita bandingkan dengan keadaan di negeri muslim yang sendal jepit saja bisa hilang di rumah Allah yang Maha Melihat. Padahal jelas-jelas kata “iman” sama akar katanya dengan aman.
Artinya, jika semua penduduk beriman, seharusnya bisa memberi rasa aman.
Penduduk Kanada menemukan rasa aman padahal (mungkin) tanpa iman. Tetapi kita merasa tidak aman ditengah orang-orang yang (mengaku) beriman.
Seorang teman bercerita, di Jerman, seorang ibu marah kepada seorang Indonesia yang menyeberang saat lampu penyebrangan masih merah :
“Saya mendidik anak saya bertahun-tahun untuk taat aturan, hari ini Anda menghancurkannya. Anak saya ini melihat Anda melanggar aturan, dan saya khawatir dia akan meniru Anda”.
Mengapa kontradiksi ini terjadi ?
Syaikh Basuni, seorang ulama, pernah berkirim surat kepada Muhamad Rashid Ridha, ulama terkemuka dari Mesir. 
Suratnya berisi pertanyaan :
‎"Mengapa muslim terbelakang dan umat yang lain maju?"
Surat itu dijawab panjang lebar dan dijadikan satu buku dengan judul yang dikutip dari pertanyaan itu. Inti dari jawaban Rasyid Ridha, Islam  mundur karena meninggalkan ajarannya, sementara Barat maju karena meninggalkan ajarannya.
Umat Islam  terbelakang karena meninggalkan ajaran “iqra” (membaca) dan cinta ilmu. Sistem pengajaran Islam  menjadi dogmatis, apa kata ustas/ulama menjadi hukum yang harus di ikuti. Tidak kritis dan mendebat ustad/ulama untuk mencari kebenaran. Karena ustadz/ulama juga manusia yang sumber kesalahan. Akibatnya umat Islam  sekarang cenderung anti kritik dan siap berperang jika ada yang kritis mempertanyakan sesuatu.
Tidak aneh dengan situasi seperti itu, Indonesia saat ini menempati urutan ke-111 dalam hal tradisi membaca dan mencari ilmu. Ajaran Islam  hanya di tekankan pada hafalan dan mendengar semata. Bukan kritis dengan argumentasi serta menjadi paham. Meninggalkan riset yang menjadi fondasi dasar berkembangnya IPTEK dan kemajuan peradaban.
Muslim juga meninggalkan budaya disiplin dan amanah, sehingga tak heran negara-begara Muslim terpuruk di kategori “low trust society” yang masyarakatnya sulit dipercaya dan sulit mempercayai orang lain alias selalu penuh curiga.
Muslim meninggalkan budaya bersih yang menjadi ajaran Islam , karena itu jangan heran jika kita melihat mobil-mobil mewah di kota-kota besar tiba-tiba melempar sampah ke jalan melalui jendela mobilnya.
Siapa yang salah ?
Mungkin yang salah yang membuat “survey”...
Seandainya keIslam an sebuah negara itu diukur dari jumlah jama”ah hajinya pastilah Indonesia ada di ranking pertama. Andaikan hafalan Al Qur”an yang jadi ukuran, In syaa Allah negara negara Arab yang akan menempati rangking pertama.
Memang bukan hanya itu parameter ke Islam an ..
Wallahualam
----------------  &&&&&  ---------------

CERITA INSPIRATIF : PUISI TERAKHIR WS RENDRA




CERITA INSPIRATIF : PUISI TERAKHIR WS RENDRA
(beliau buat sesaat sebelum beliau wafat)
Hidup itu seperti UAP,  yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji MILIKKU,
aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA ...

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku?
UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
kusebut itu MUSIBAH,
kusebut itu UJIAN,
kusebut itu PETAKA,
kusebut itu apa saja ...
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA....

Ketika aku berdo”a,
kuminta titipan yang cocok dengan
KEBUTUHAN DUNIAWI,
Aku ingin lebih banyak HARTA,
Aku ingin lebih banyak MOBIL,
Aku ingin lebih banyak RUMAH,
Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,

Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN,
Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA, 
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan DIA seolah Mitra   Dagang ku
dan bukan sebagai Kekasih!

Kuminta DIA membalas perlakuan baikku
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku ...

Duh ALLAH ...

Padahal setiap hari kuucapkan,
Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH ...

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH ...

Sebab aku yakin....
ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku ...
KEHENDAKMU  adalah yang ter BAIK bagiku ..

Ketika aku ingin hidup KAYA,
aku lupa,
bahwa HIDUP itu sendiri
adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat untuk  MEMBERI,
aku lupa,
bahwa SEMUA yang aku miliki
juga adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT,
aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN,
Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

Ketika aku takut Rugi,
Aku lupa,
bahwa HIDUPKU adalah
sebuah KEBERUNTUNGAN,
kerana AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepada NYA

Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA.
Tetapi karena kita BAHAGIA,
maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.
Tetapi karena kita optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA.
Tetapi karena kita YAKIN BISA.!
semuanya menjadi MUDAH.

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM.
Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK,

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi JALAN SETAPAK
yang dapat dilalui orang,

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi LENTERA
yang dapat menerangi sekitar kita,

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, maka BERDOALAH untuk kebaikan...
----------------  &&&&&  ---------------

CERITA INSPIRATIF : SI BUTA MEMBAWA LAMPU




CERITA INSPIRATIF :    SI BUTA MEMBAWA LAMPU

Seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari. Tangan kanannya memegang tongkat, sementara tangan kirinya membawa lampu. 
Pemandangan ini mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya.  Karena penasaran, pria itu bertanya : "Mengapa anda berjalan membawa lampu?"
Orang buta itu menjawab, "Sebagai penerangan".
Dengan  heran pria itu bertanya lagi, "Tetapi, bukankah anda butadan tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?"
‎Orang buta itu tersenyum sambil menjawab : "Meski saya tidak bisa melihat, orang lain melihatnya. Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk  tidak menabrak saya..."‎
***
Saudaraku...
‎Sejatinya, saat kita memberi, kita pasti akan menerima sesuai yang  kita berikan.‎ Saat kita menolong orang lain, pada saat yang  sama kita sedang menolong diri sendiri. ‎Apa yang  kita lakukan untuk  orang lain, sebenarnya kita sdengan  melakukannya untuk  diri kita sendiri.
Inilah rahasia kehidupan yang  tersembunyi bagi banyak orang. Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi mereka tidak mempercayainya. Karena itu, banyak orang lebih senang  menerima daripada memberi. Lebih suka ditolong daripada menolong. Hidup hanya berorientasi pada diri sendiri.‎
Disaat kita melakukan sesuatu untuk  orang lain, sejatinya kita sedang melakukan sesuatu untuk  diri kita sendiri. Kita diingatkan untuk  tidak jemu-jemu berbuat baik.
‎Inilah rahasia kehidupan untuk  hidup yang  penuh berkah, berkelimpahan dan bahagia. Meski demikian, rahasia kehidupan ini tersembunyi bagi orang-orang  yang egois, kikir, pelit dan melakukan sesuatu hanya berdasarkan apa yang  menguntungkan bagi dirinya sendiri. 
‎"Apa yang kita lakukan untuk orang lain, suatu saat pasti akan terjadi kepada kita".
Itulah hukum tabur tuai. Hukum tarik menarik yang  merupakan Sunnatullah di alam semesta.
----------------  &&&&&  ---------------

CERITA INSPIRATIF : MATEMATIKA KEHIDUPAN




CERITA INSPIRATIF  :     MATEMATIKA  KEHIDUPAN
1) Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS?
2) Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS?
3) Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS?
Pengertiannya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH
1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus :
+ x + = +
2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap  sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus :
+ x – = -
– x + = -
3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang  SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus :
– x – = +
Pelajaran matematika ternyata sarat makna. Kebenarannya pasti/exact,  bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.
Untuk matematika pembagian, adalah sbb:
1 ÷ 1 = 1
1 ÷ 2 = 1/2
1 ÷ 10 = 1/10
1 ÷ 100 = 1/100
Sedangkan 1 ÷ 0 = ~ ( tak terhingga).
Maknanya adalah
Kalau kita melakukan perbuatan baik, seperti  sedekah misalnya, kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu, maka semakin kita banyak berharap hasilnya akan semakin kecil (1/100 dst).
Tetapi ketika kita melakukannya dengan n Ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apa pun atau 1 ÷ 0, maka hasilnya akan "TAK TERHINGGA" yang artinya Tuhan akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dengan balasan yang tak terhingga.
ü Tatkala engkau memperbaiki niatmu, saat itulah Tuhan memperbaiki keadaanmu
ü Ketika engkau menginginkan kebaikan untuk orang  lain, maka kebaikan itu datang kepadamu dari arah yang tidak engkau kira
ü Di saat kita hidup untuk membuat orang lain bahagia, Tuhan menjadikan orang lain membahagiakan kita
ü Maka carilah selalu celah untuk "memberi", bukan "mengambil"
ü Setiap kali engkau memberi maka di saat itulah engkau diberi (oleh Alam ) tanpa engkau meminta.
(Sumber FB:Wiyartini Tan)
----------------  &&&&&  ---------------